Minggu, 10 Februari 2008, 22:32 WIB
Manchester United (1) vs Manchester City (2)
Kebangkitan City
Nuansa historis di Old Trafford menjadi momen kebangkitan bagi Manchester City usai mengungguli rival sekotanya Manchester United 2-1. MU pun harus memupus ambisinya menganugerahkan kemenangan untuk mengenang tragedi Munich, 50 tahun silam.
Kemenangan ini sekaligus membuktikan dominasi City atas Setan Merah pada musim ini. Dalam dua kali pertemuan di Premier League, City selalu sukses meraup poin penuh. Selain itu, kemenangan ini juga menjadi momen kebangkitan City yang sebelumnya banyak menelan hasil buruk pada awal tahun 2008 ini.
Hasil gemilang di Old Trafford ini juga menjadi yang pertama bagi City sejak tahun 1974. Sebelumnya, dalam 23 kali pertemuan kedua belah klub tersebut di Theatre of Dream kebanggan Setan Merah, City belumsekalipun mengemas poin penuh.
Ada sedikit nuansa berbeda di Stadion Old Trafford kala mempertemukan dua klub sekota ini. Demi memperingati tragedi Munich, 50 tahun silam, MU tampil dengan kostum klasik berwarna merah tanpa nama sponsor di dada. Kostum yang bebas dari iklan juga dikenakan City.
Diawali momen one minute silence, laga pun dimulai. Sejak menit awal laga, MU memegang kendali permainannya. Akan tetapi, City yang tampil lebih bertahan, justru apik memainkan sepakbola efektif.
Peluang perdana kubu tuan rumah lahir lewat aksi sang kapten Ryan Giggs. Sayang, tendangannya dari sisi kiri usai menerima umpan Carlos Tevez masih dapat dipatahkan kiper Joe Hart.
Enam menit berselang, giliran Carloz Tevez yang mengancam gawang Hart. Mendapat bola terobosan dari Cristiano Ronaldo, Tevez melepaskan tendangan keras namun belum menemui sasaran setelah mendapat pressing ketat dari bek Richard Dunne.
Justru di menit ke-24, Darius Vassell membungkam seluruh suporter tuan rumah yang penuh sesak di Old Trafford. Berawal dari umpan silang Martin Petrov yang disambut dengan tendangan keras Stephen Ireland. Bola masih dapat dimentahkan kiper Van Der Sar. Bola muntah disambut lagi oleh Vassell, akan tetapi lagi-lagi masih dapat dipatahkan Van Der Sar. Baru dipercobaan kedua, Vassell sukses menghujamkan bola ke gawang MU.
Dua menit berselang, MU pun berusaha menuntut balas lewat aksi Tevez. Hanya saja, tendangan volinya masih dapat diselamatkan kiper Joe Hart.
Jelang turun minum, tepatnya di menit ke-45, Van Der Sar harus kembali memungut bola dari gawangnya sendiri setelah dipecundangi bomber anyar City, Benjani Mwaruwari yang sukses menanduk umpan silang dari Martin Petrov.
Memasuki babak kedua tempo permainan berjalan kian meningkat. Di menit-menit pertama, City memberi sport jantung ketika gelandang Dietmar Hamann melepaskan tendangan keras terarah. Hanya saja, masih dapat dipatahkan kiper Van Der Sar.
Di menit ke-56, MU sebetulnya sempat membobol gawang City melalui sepakan Tevez. Hanya saja, gol tersebut dianulir karena Tevez dianggap dalam posisi offside ketika menerima bola.
Ryan Giggs juga hampir memperkecil kedudukan di menit ke-77 andai saja bola hasil tendangannya tidak melebar tipis di sisi gawang Joe Hart.
Di menit-menit akhir, gawang Hunt akhirnya kebobolan juga. Michael Carrick yang masuk di babak kedua sukses mengakiri umpan terukur dari Paul Scholes dengan sebuah tendangan keras ynag menghujam di pojok gawang Joe Hart.
Atas hasil tersebut, posisi United tetap berada di peringkat kedua dengan torehan 58 angka dan City melonjak ke urutan enam dengan 44 poin dari 26 laga.